Rabu, 15 Desember 2010

Ciri-ciri, Unsur dan Teori Organisasi

Ciri - Ciri Organisasi Modern :
1. Organisasi bertambah besar.
2. Pengolahan data semakin cepat.
3. Penggunaan staf lebih intensif.
4. Kecenderuangan Spesialisasi.
5. Adanya prinsip atau azas-azas organisasi.
6. Unsur-unsur organisasi lebih lengkap.

Unsur - Unsur Organisasi :
1. Manusia (Man).
2. Kerjasama.
3. Tujuan Bersama.
4. Peralatan (Equipment).
5. Lingkungan.
6. Kekayaan alam.
7. Kerangka/Konstruksi mental.

Teori Organisasi :

Macam - Macam Organisasi Dari Segi Tujuan

Macam - Macam Organisasi Dari Segi Tujuan
In Tulisan
Sabtu, 30 Oktober 2010
1. Organisasi Niaga
Organisasi niaga adalah organisasi yang tujuan utamanya mencari keuntungan.
Contoh organisasi ini :
· Perseroan Terbatas (PT)
· Perseroan Komanditer (CV)
· Firma (FA)
· Koperasi
· Join Ventura
· Trus
· Kontel
· Holding Company

2. Organisasi Sosial (Orgs. Kemasyarakatan)

Selasa, 14 Desember 2010

PROSES ORGANISASI

Proses dalam kamus bahasa Indonesia berarti rangkaian suatu tindakan. Sedangkan proses dalam buku organisasi karamgan Gibso Invancevich Donnelly adalah berkenaan dengan aktifitas yang memberi kehidupan pada skema organisasi tersebut. Proses organisasi merupakan jiwa bagi struktur organisasi. Jika proses tersebut tidak berjalan dan berfungsi dengan baik,maka masalah tidak pernah yang tidak perah diharapkan akan timbul dalam sebuah organisasi.

Adapun model organisasi yang akan kita bahas disini ada empat proses prilaku yang nanti akan menyumbangkan prestasi pada organisasi yang effektif. Empat proses tersebut yaitu komunikasi, pengambilan keputusasn, evaluasi prestasi, sosialisasi dan karir.

Model-model dalam proses organisasi

1. Proses Komunikasi

KONFLIK DALAM ORGANISASI

Robbins (1996) dalam “Organization Behavior” menjelaskan bahwa konflik adalah suatu proses interaksi yang terjadi akibat adanya ketidaksesuaian antara dua pendapat (sudut pandang) yang berpengaruh atas pihak-pihak yang terlibat baik pengaruh positif maupun pengaruh negatif.
Sedang menurut Luthans (1981) konflik adalah kondisi yang ditimbulkan oleh adanya kekuatan yang saling bertentengan. Kekuatan-kekuatan ini bersumber pada keinginan manusia. Istilah konflik sendiri diterjemahkan dalam beberapa istilah yaitu perbedaan pendapat, persaingan dan permusuhan.
Perbedaan pendapat tidak selalu berarti perbedaan keinginan. Oleh karena konflik bersumber pada keinginan, maka perbedaan pendapat tidak selalu berarti konflik. Persaingan sangat erat hubungannya denga konflik karena dalam persaingan beberapa pihak menginginkan hal yang sama tetapi hanya satu yang mungkin mendapatkannya. Persaingan tidak sama dengan konflik namun mudah menjurus ke aarah konflik, terutuma bila ada persaingan yang menggunakan cara-cara yang bertentengan dengan aturan yang disepakati. Permusuhan bukanlah konflik karena orang yang terlibat konflik bisa saja tidak memiliki rasa permusuhan. Sebaliknya orang yang saling bermusuhan bisa saja tidak berada dalam keadaan konflik.
Konflik sendiri tidak selalu harus dihindari karena tidak selalu negatif akibatnya. Berbagai konflik yang ringan dan dapat dikendalikan (dikenal dan ditanggulangi) dapat berakibat positif bagi mereka yang terlibat maupun bagi organisasi.
Jenis-jenis Konflik
Menurut James A.F. Stoner dan Charles Wankel dikenal ada lima jenis konflik

KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

Komunikasi organisasi adalah pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi di dalam kelompok formal maupun informal dari suatu organisasi (Wiryanto, 2005). Komunikasi formal adalah komunikasi yang disetujui oleh organisasi itu sendiri dan sifatnya berorientasi kepentingan organisasi. Isinya berupa cara kerja di dalam organisasi, produktivitas, dan berbagai pekerjaan yang harus dilakukan dalam organisasi. Misalnya: memo, kebijakan, pernyataan, jumpa pers, dan surat-surat resmi. Adapun komunikasi informal adalah komunikasi yang disetujui secara sosial. Orientasinya bukan pada organisasi, tetapi lebih kepada anggotanya secara individual.
Organisasi dan komunikasi
Istilah organisasi berasal dari bahasa

Minggu, 26 September 2010

“Pendidikan adalah alat untuk membebaskan seseorang keterbelenguannya, ketidaktahuannya dan kebodohannya, sehingga rakyat dapat bebas dari penjajahan”

“Pendidikan adalah alat untuk membebaskan seseorang keterbelenguannya, ketidaktahuannya dan kebodohannya, sehingga rakyat dapat bebas dari penjajahan”
Semangat tersebut sudah tidak dapat kita lihat, apalagi kita rasakan dalam dunia pendidikan saat ini. Biaya sekolah mahal, banyak anak putus sekolah, tinggi tingkat penggangurandan banyak maslah lainnyayang timbul akibat tidak jelasnya fungsi dan tujuan pendidikan yang dilaksanakan pemerintah saat ini. Sekarang anda bisa membayangkan Indonesia yang memiliki 222.781.000 Jiwa (BPS, 2005), dengan angkatan sekolah di seluruh Indonesia sekitar 38,5 juta anak usia SD 6-7 tahun, 25,6 juta jiwa dan usia SMP 13-15 tahun ,12,8 juta jiwa (Kompas, 26/02/05), dan rata-rata tingkat partisipasi di pendidikan tinggi sekitar 14% dari jumlah jumlah penduduk usia 19-24 tahun. Dari data kuantatif yang sifatnya sekunder itu kita bisa melihat betapa rendahnya tingkat pendidikan rakyat Indonesia, jika itotal dari semua penduduk yang menghuni di negri ini. Tentunya yang dapat melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi adalah siswayang ditunjang dengan perekonomian yang mampan.
Banyaknya lembaga pendidikan tinggi swastayang bermunculan (Universitas, Sekolah Tinggi dll), memang sekilas menjadi tawaran alternative bagi siswa yang akan melajutkan pendidikan, tetapi sampai sekarang hal belum dapat menyelesaikan permasalhan dalam dunia pendidikan. Ironisnya semakin menjamurnya Lembaga Pendidikan sekarang malah menjadi alat yang semakin memperdalam jurang pemisah antar si miskin dan si kaya dan megislusikan masyarakat dengan pendidikan yang hanya memberikan gelar/ijazah tanpa didukung oleh kualitas dari bidang ilmunya.

MAU PINTAR ? BAYAR DULU !

MAU PINTAR ? BANYAR DULU !
pesatnya Industrialisasi yang terjadi di Indonesia adalah suatu factor yang memperngaruhi munculnya berbagai macam permaslahan dalam dunia pendidikan. Hilangnya batas-batas negara (Globalisasi) membuka akses bagi modal asing untuk mengeruk keuntungan dalam segala bidang di belahan dunia manapun. Dalam hal ini pendidikan merupakan lahan investasi yang strategis, karena memang telah menjadi kebutuhan pokok bagi setiap orang. Setiap orang yang akan berkerja, m,embutuhkan ijazah yang hanya bisa didadapatkan melalui lembaga pendidikan formal. Oleh karena tingginya kebutuhan masyrakat akan pendidikan sebagai suatu syarat formsal dalam dunia kerja maka hal ini menjadi suatu kesenpatan bagi para pengusaha melipatgandakan investansinya.